Blogger Widgets Blogger Widgets

Senin, 08 September 2014

Cerpen Singkat

Ø  Poin-poin penting dari pengalaman:
 1). Dina gelisah dengan peristiwa yang terjadi di sekolahnya.
2).  Pengumuman yang membuat Dina terpukul.
3).  Hari-hari yang mendebarkan saat UN.
4). Dina menerimasebuah SMS pada pukul 12.00.

Ø  Tema cerpen berdasarkan poin-poin penting tsb:
“Kegelisahan Saat Akan Menghadapi UN”



“SMS Tengah Malam”
Dina tidak bias memeejamkan mata. Ingatannya kembali ke peristiwa di sekolah tadi siang. Saat pak agus mengumumkan hasil latihan ujian. Masih terngiang di telinganya dengan kata-kat Pak Agus yang menusuk jantungnya. “satu-satunya siswa dikelas ini yang belum berhasil pada latihan ujian kali ini adalah Dina”.
            Ketika, mendengar pengumuman itu bagaikan sejuta paku telah memukul habis kepalanya. Beberapa saa Dina merenungkan semua yang telah menampar wjahnya.
            ‘”Apa yang harus Aku lakukan,”bisiknya pada dirinya sendiri.
                        Ia pun akhirnya tenggelam dalam lautan mimpi yang sangat kelam. Hati nya selalu geliasah dengan pikiran-pikiran yang selalu menghantuinya.
            Hari-hari disekolah bagaikan berlari menjemputnya saat –saat yang sangat mendebarkan yaitu “Ujian Nasional”. Walau beigtu Dina belum juga bias bangkit dari keterpurukkan nya untuk mempersiapkan diri untuk menempuh Ujian Nasional. Dina masih saja bingung, dan tak tau apa yang harus dia lakukan.
            Hingga suatu malam, saat Dina berbaring di tempat tidurnya tepat pukul 12.00, ponselnya dibalik bantal pun berdering dengan kerasnya, dan sempat membuat ia tersentak dari lamunan nya. Ternyant Dina menerima sebuah SMS.
“Siapa sih, malam-malam begini mengganggu orang tidur?” , gerutunya sambil membuka pesan tersebut diponselnya. “Bangun! Tahajud! Belajar!”
Dengan hati yanga sangat dongkol, ditekannya nomor si pengirim lalu mengirim sebuah pesan pada orang yang mengirim sms td, “Apa peduimu..???”
Dina kembali membungkus rapat tubuhnya dengan selimut. Hingga subuh datang, ia pun bangun dan bersiap-siap mandi dan melaksanakan sholat subuh. Dalam hatinya masih menggenggam ras dongkol yang sangat dalam dan persaan yang tidak enak pada SMS tengah malam tadi.
Hari berganti hari, malam pun bertukar. Sudah seminggu ini Dina selalu dibuat jengkel dengan masuknya SMS pada jam yang sama dan isi pesan yang sama juga” SMS tengah malam”.
“Bangun! Thajud! Belajar!

Tapi, Dina tidak memperdulikan SMS yang masuk itu, Telinganya sudah kebal, setiap dering hpnya tidak dihiraukannya lagi.